Untuk para pembaca.
Disini saya hanya membawa opini saya dalam tulisan. Jadi setuju ataupun tidak setuju itu adalah urusan kalian semua yang telah membaca ini.
Diingatkan sekali lagi ini hanya opini saya. Karena setiap opini orang-orang itu berbeda.
Kali ini saya akan membahas tentang "berpikir sebelum berbicara." namun dalam judul kali ini saya lebih menekankan terhadap berpikir dalam berbicara tentang "fisik" seseorang.
Mari kita mulai.
Menurut saya, banyak sekali orang-orang di sekeliling saya yang berbicara dengan seenaknya tanpa berpikir dahulu apa lagi soal fisik seperti jerawatan, pesek, dll. Contohnya saja dengan perkataan 'gendut.' , "eh ko kamu gendut ya?" "kamu gendutan." "gendut banget dah." "jangan makan terus udah gendut tambah aja gendut." dan yang lebih parah, "udah kaya gentong badan lo." selanjutnya tentang 'pendek atau tinggi.' bukan hanya gendut saja yang sering diungkapkan tetapi masalah tingggi badan. Saya sering mendengar tentang "ih kamu pendek kurang gizi." "haha kecil" "kurcaci" dan lain lain. ya entah maksud mereka mencari sensasi atau bercanda tapi hey manusia. Apakah kalian sudah merasa sempurna dengan perkataan seperti itu. Emang mereka sendiri yang mau mereka seperti itu? emang mereka sendiri yang ingin menjadi gendut? Pendek? Pesek? Jerawatan, bruntusan atau sebagainya saya yakin adalah jawabannya TIDAK. Kalian pernah berpikir ga sih? Perasaan mereka akan seperti apa? Apa kalian pernah berpikir merasa bersalah? Jika kalian pernah berpikir seperti itu berarti otak dan hati kalian masih berfungsi dengan baik dan cerdas. Dengar, perkataan kalian terhadap seseorang bisa saja merubah seseorang itu. Bisa saja mereka semakin tidak percaya diri dengan fisik mereka dan akhirnya mereka akan merubah fisik mereka. Entah dengan cara oprasi plastik, minum obat plangsing dan peninggi yang belum tentu itu baik untuk kesehatan atau tidak, entah dengan cara diet yang ekstrim dan lain-lain. Bukan hanya soal tidak percaya diri dengan fisik saja. Namun dnegan lingkunganpun mereka semakin tidak percaya diri. Mereka menjauhi lingkungan sekitar. Minder dan enggan bergaul dengan teman-temannya atau bahkan keluarganya. Lalu misalkan setelah mereka melakukan hal itu semua seperti oplas, minum obat peninggi dan pelangsing, dan diet, ataupun hal lainnya. Siapa yang akan di salahkan? Mereka lagi bukan? "lah lo kok oplas?" "gausah diet nyiksa diri." dll. Lah jadi sebenarnya bukankah itupun termasuk salah kalian yang sudah berusaha untuk merubah diri seseorang secara tidak langsung? Dan sekarang kalian berbicara seperti itu lagi? Beginilah yang membuat saya kesal, dan agak sedikit ingin bertindak terhadap orang-orang seperti itu. Namun jika saya melakukan hal seperti itu, maka orang yang berbicara seperti itu pasti akan menganggapnya acuh atau merasa tersinggung. Contoh "santai aja kali lo terlalu serius." "serius banget dah gaasik." "bercanda kali." "baperan banget dah si dia inikan yang gue omongin? Dianya aja biasa aja. Ko lonya yang sewot?" dan ini adalah jawaban yang bener-bener kurang cerdas menurut saya. Orang orang seperti inilah yang harus di jernihkan lagi pikirannya, di asah lagi. Jadi so, buat kalian yang diluar sana yang sedang membaca opini saya hari kni tolong dipikirkan baik baik sebelum berbicara, karena perubahan orang lain entah itu menjadi buruk atau baik bisa saja kita sendiri yang merubahnya. Jadi terimakasih
Disini saya hanya membawa opini saya dalam tulisan. Jadi setuju ataupun tidak setuju itu adalah urusan kalian semua yang telah membaca ini.
Diingatkan sekali lagi ini hanya opini saya. Karena setiap opini orang-orang itu berbeda.
Kali ini saya akan membahas tentang "berpikir sebelum berbicara." namun dalam judul kali ini saya lebih menekankan terhadap berpikir dalam berbicara tentang "fisik" seseorang.
Mari kita mulai.
Menurut saya, banyak sekali orang-orang di sekeliling saya yang berbicara dengan seenaknya tanpa berpikir dahulu apa lagi soal fisik seperti jerawatan, pesek, dll. Contohnya saja dengan perkataan 'gendut.' , "eh ko kamu gendut ya?" "kamu gendutan." "gendut banget dah." "jangan makan terus udah gendut tambah aja gendut." dan yang lebih parah, "udah kaya gentong badan lo." selanjutnya tentang 'pendek atau tinggi.' bukan hanya gendut saja yang sering diungkapkan tetapi masalah tingggi badan. Saya sering mendengar tentang "ih kamu pendek kurang gizi." "haha kecil" "kurcaci" dan lain lain. ya entah maksud mereka mencari sensasi atau bercanda tapi hey manusia. Apakah kalian sudah merasa sempurna dengan perkataan seperti itu. Emang mereka sendiri yang mau mereka seperti itu? emang mereka sendiri yang ingin menjadi gendut? Pendek? Pesek? Jerawatan, bruntusan atau sebagainya saya yakin adalah jawabannya TIDAK. Kalian pernah berpikir ga sih? Perasaan mereka akan seperti apa? Apa kalian pernah berpikir merasa bersalah? Jika kalian pernah berpikir seperti itu berarti otak dan hati kalian masih berfungsi dengan baik dan cerdas. Dengar, perkataan kalian terhadap seseorang bisa saja merubah seseorang itu. Bisa saja mereka semakin tidak percaya diri dengan fisik mereka dan akhirnya mereka akan merubah fisik mereka. Entah dengan cara oprasi plastik, minum obat plangsing dan peninggi yang belum tentu itu baik untuk kesehatan atau tidak, entah dengan cara diet yang ekstrim dan lain-lain. Bukan hanya soal tidak percaya diri dengan fisik saja. Namun dnegan lingkunganpun mereka semakin tidak percaya diri. Mereka menjauhi lingkungan sekitar. Minder dan enggan bergaul dengan teman-temannya atau bahkan keluarganya. Lalu misalkan setelah mereka melakukan hal itu semua seperti oplas, minum obat peninggi dan pelangsing, dan diet, ataupun hal lainnya. Siapa yang akan di salahkan? Mereka lagi bukan? "lah lo kok oplas?" "gausah diet nyiksa diri." dll. Lah jadi sebenarnya bukankah itupun termasuk salah kalian yang sudah berusaha untuk merubah diri seseorang secara tidak langsung? Dan sekarang kalian berbicara seperti itu lagi? Beginilah yang membuat saya kesal, dan agak sedikit ingin bertindak terhadap orang-orang seperti itu. Namun jika saya melakukan hal seperti itu, maka orang yang berbicara seperti itu pasti akan menganggapnya acuh atau merasa tersinggung. Contoh "santai aja kali lo terlalu serius." "serius banget dah gaasik." "bercanda kali." "baperan banget dah si dia inikan yang gue omongin? Dianya aja biasa aja. Ko lonya yang sewot?" dan ini adalah jawaban yang bener-bener kurang cerdas menurut saya. Orang orang seperti inilah yang harus di jernihkan lagi pikirannya, di asah lagi. Jadi so, buat kalian yang diluar sana yang sedang membaca opini saya hari kni tolong dipikirkan baik baik sebelum berbicara, karena perubahan orang lain entah itu menjadi buruk atau baik bisa saja kita sendiri yang merubahnya. Jadi terimakasih
Comments
Post a Comment